RIWAYAT YPAC SEMARANG

PENDAHULUAN

Atas prakarsa dr. Soeharso bahwa untuk membantu serta membina kesejahteraan anak dengan kecacatan, maka perlu didirikan Jajasan Pemeliharaan Anak Tjatjat (JPAT).

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka Ny.Goesti Padmonagoro, Ny. Djohar Soeharso, Ny. Sempoe Soendaroe dan Dr. Soeharso dihadapan notaris Goesti Djohan, mendirikan JPAT yang berkedudukan di kota Surakarta pada tanggal 5 Pebruari 1953. Kemudian didirikan perwakilan-perwakilan JPAT di beberapa daerah.

Dalam Musyawarah tahun 1977 di Semarang, nama perwakilan JPAT dirubah menjadi Cabang dengan pusat ditetapkan berkedudukan di Surakarta.

Akte pendirian JPAT telah diadakan beberapa kali perubahan antara lain akte No 69 ttg 18 Nopember 1983 yang menyatakan Yayasan ini yang semula bernama JPAT dengan pusatnya berkedudukan di Surakarta, dirubah bernama YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) yang pusatnya berkedudukan di lbu kota Negara Republik Indonesia dengan mempunyai 16 cabang. Cabang-cabang tersebut berada di kota Aceh, Bali, Bandung, Jakarta, Jember, Malang, Medan, Menado, Palembang, Pangkal Pinang, Padang, Semarang, Surabaya, Surakarta, Ternate, dan Ujung Pandang.

Dengan keluarnya UU RI nomor 16 tahun 2001 tentang yayasan, maka akte pendirian YPAC diadakan perubahan lagi, untuk disesuaikan dengan Kebijakan Pemerintah yang baru.

Terakhir Anggaran Dasar YPAC telah disesuaikan sebagaimana diputuskan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa tanggal 29 Juni 2002. Pernyataan keputusannya dimuat dalam akte nomor 8 tertanggal 16 Agustus 2002 yang menyatakan dibentuknya YPAC di daerah-daerah. Sehingga YPAC di daerah-daerah tidak lagi sebagai cabang tetapi menjadi yayasan tersendiri.

Berdirinya YPAC

Yayasan Pembinaan Anak Cacat YPAC di Semarang berdiri tanggal 19 April 1954 atas prakarsa lbu Milono, istri Residen pada waktu itu.

Dengan adanya UU RI nomor 16 tahun 2001 dan berdasarkan akte nomor 8 ttg. 16 Agustus 2002, maka YPAC yang berkedudukan di lbu kota Negara Republik Indonesia bersama Ny. Hediyati Soerarjo dan Ny. Kantiningsih Hariyono, SE, yang selanjutnya disebut sebagai pendiri, mendirikan YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT SEMARANG disingkat YPAC Semarang.

Penandatanganan berdirinya YPAC Semarang dikuasakan kepada Ny. BRay Siti Handayu Pranowo, yang pada saat itu menjabat ketua YPAC Cabang Semarang dihadapan notaris Milly Karmila Sareal, SH di Jakarta dengan akte nomor 18 ttg 30 April 2003

Perkembangan

Pada awal berdirinya YPAC menempati sebagian dari ruang anak-anak RSUP (RS. dr. Kariadi) dengan memberikan pelayanan fisioterapi, khusus kepada anak-anak cacat polio.

Pada waktu ruang anak-anak RSUP dibongkar, maka mulai 1 Januari 1955 yayasan menempati garasi pinjaman dari PMI di Bulu.

Mengingat semakin banyaknya anak cacat polio yang datang untuk dirawat, maka sangat diperlukan tempat yang lebih luas, sehingga pada bulan Nopernber 1955 yayasan pindah dari PMI ke gedung di jalan dr. Cipto 310 Semarang.

Setelah berulang kali pengurus yayasan menghadap Bapak Soeroso, Menteri Sosial pada saat itu, akhirnya YPAC di Semarang pada tanggal 8 September 1962 mendapat bantuan Gedung dari Yayasan Dana Bantuan Jakarta. Lokasi Gedung berada di Jalan Seroja No. 4 (sekarang bernama Jalan KHA. Dahlan), yang didirikan diatas tanah seluas 5668 M2.

Selanjutnya pelayanan terhadap anak polio ditingkatkan, selain fisioterapi juga membuka asrama, Taman Kanak-Kanak Luar Biasa dan Sekolah Luar Biasa.

Peralatan fisioterapi mendapat bantuan dari UNICEF, sedangkan tempat tidur sebanyak 20 buah mendapat bantuan dari OPS Kretek Semarang.

Atas anjuran Prof. Dr. Soeharso, maka mulai tanggal 1 Mei 1969 YPAC di Semarang, selain menangani anak cacat polio juga menangani anak Cerebral Palsy (CP), baik fisioterapinya maupun pendidikannya.

Akibat banyaknya bangunan baru disekitar YPAC, make setiap kali turun hujan, gedung selalu dilanda banjir. Setiap tahun genangan air hujan semakin tinggi, bahkan pada tahun 1971 tinggi air di dalam gedung mencapai 75 cm. Untuk menjaga kesehatan anak-anak, maka mereka diungsikan ke RS. dr. Kariadi atau ke RS Tentara dan yang terakhir ke Gedung Olah Raga.

Keadaan yang demikian menyedihkan, membuat pengurus sepakat bahwa usaha yang paling “urgent” ialah mencari dana untuk meninggikan gedung. Pada tahun 1971 pengurus mulai berusaha mencari dana dengan jalan mengadakan pendekatan kepada Pemerintah Daerah Tingkat I Jateng, Pemerintah daerah Tingkat II Semarang, Perusahaan dan sebagainya.

Pada tahun 1974 Walikotamadya Semarang Bapak Hadiyanto menyarankan agar lokasi YPAC dipindahkan ke Sampangan, untuk menghindari banjir. Pengurus keberatan apabila lokasi gedung yayasan dipindah dari Jalan KHA Dahlan No. 4, meskipun Bapak Walikota berjanji akan membuatkan gedung baru di Sampangan, mengingat:

– Tempatnya strategis, mudah dijangkau dengan kendaraan umum.
– Nilai historis yang ticlak boleh diabaikan.

Alasan tersebut dapat dimengerti dan diterima oleh Bapak Walikota. Akhirnya YPAC diperkenankan masih tetap berlokasi di jalan KHA. Dahlan No. 4 , dengan syarat:

– Pengurus harus secepatnya membangun bagian depan gedung YPAC yang disesuaikan dengan bangunan di sekitarnya (paling lama 2 tahun).
– Gedung bagian depan harus bertingkat.

Syarat tersebut dapat diterima dan disanggupi oleh pengurus, maka pada tahun 1975 Ketua YPAC Cabang Semarang pada waktu itu Ny. S. Soebagio Hadiwirjatmo berusaha menghadap Direktur Utama P.N. Pertamina Bapak Ibnu Sutowo di Jakarta untuk mohon bantuan. Usaha tersebut dapat berhasil dengan memperoleh bantuan sebesar Rp. 51 Juta.

Dengan modal bantuan dari P.N. Pertamina, maka tahun 1976 dimulai pembangunan gedung YPAC Cabang Semarang tahap pertama, dengan gambar gedung dibuat dan disumbang oleh Ir. Poei Lok Wan alumni UNDIP.

Pelaksanaan pembangunan diawali dengan pembentukan Tim yang dikukuhkan oleh Bapak Hadiyanto Walikotamadya Semarang, dengan susunan sebagai berikut:

Ketua    : Bapak Ir. Misdji, Kepala DPU Kodya Semarang.
Anggota :

  • Bapak Soetarto, Kepala Jawatan Gedung-gedung Negara Semarang.
  • Bapak Ir. Lukito Wijaya, Kepala Bagian Teknik Umum Jawatan Gedung-gedung Negara Semarang.
  • Bapak Ir. Bagiono, Direktur S.T.M. Pembangunan.
  • Bapak Soehartoyo, dari DPU Propinsi Jawa Tengah

Akhirnya pernbangunan seluruh gedung YPAC Cabang Semarang dapat diselesaikan dalam 5 tahap mulai tahun 1976 sampai dengan tahun 1981 yang dananya selain dari P.N. Pertamina juga diperoleh dari Pernerintah Daerah I dan II, Perusahaan, Perkumpulan dan para Dermawan.

 

      soeharso                  milono

Prof.Dr. Soeharso                                             Ibu Milono

 

Ketua Yayasan

  1. lbu Milono (19 April 1954 – 9 Juli 1955)
  2. lbu G. Judonegoro (10 Juli 1955 – 28 Juli 1956)
  3. lbu Achmad Dipodilogo (29 Juli 1956 – 14 Mei 1962)
  4. lbu Soemarsono (15 Mei 1962 – 14 Mei 1964)
  5. lbu Radjiwan (15 Mei 1964 – 1 Agustus 1969)
  6. lbu S. Soebagio (2 Agustus 1969 – 14 Desember 1977)
  7. lbu Soerarjo Darsono (15 Desember 1977 – 2 Februari 1990)
  8. lbu Boedhi Darmojo  (1 Juli 1990 – 10 Juli 1996)
  9. lbu Bray. Handayu Pranowo  (11 Juli 1996 – 30 April 2013)
  10. Ibu S. Murtiningsih Dimulyo  (20 April 2013 – April 2018)